Jumat, 02 Juni 2017

Kapolda Sumut Irjen Rycko Jadi Gubernur Akpol

Kapolda Sumut Irjen Rycko Jadi Gubernur Akpol

Kapolda Sumut Irjen Rycko Jadi Gubernur Akpol

Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdikpol Polri, Irjen Anas Yusuf kini di gantikan Kapolda Sumatera Utara Irjen Rycko Amelza Dahniel, hal ini tertuang dalam surat Telegram Kapolri Nomor ST/1408/VI/2017 pada tanggal 2 juni 2017, sebagaimana diperoleh dari Humas Polri, Sabtu (3/6/2017).

Dalam STK tersebut, Anas Yusuf dari jabatan Gubernur Akpol dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pembinaan Pendidikan dan Latihan Lemdiklat Polri, kursi Kapolda Sumut yang di tunggalkan Ricko Amelza Dahniel akan diisi oleh Wakil Kepala Baintelkam Polri Irjen Pailis Waterpau Situs Poker Online

Adapun juga pergantian pucuk pimpinan Akpol ini terjadi pasca tewasnya Taruna tingkat II Akpol, Mohammad Adam (20th) karena diduga dianiaya oleh sejumlah seniornya pada 18 mei 2017, ada sebanyak 14 taruna tingkat III yang telah di tetapkan sebagai tersangka penganiayaan.

Kepala Korps Pembinaan Taruna dan Siswa (kakorbintasis) Ditbintarlat Akpol Kombes Djoko Hari Utomo, sudah lebih dulu di tarik dan dibebastugaskan (non-job) ke Mabes Polri, dan saat ini pengganti Anas Yusuf di pucuk pimpinan Akpol, Rycko Amelza Dahniel, bukan orang baru di bidang pendidikan anggota Polri.

Tentunya ia pernah menjadi Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 2014-2016, Lulusan Doktoral S3 pada Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia pada tahun 2008 dengan predikat Cum Laude tersebut dan juga pernah menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ricko Amelza Dahniel juga termasuk polisi yang mendapatkan kenaikan pangkat yang sangat luar biasa saat bergabung dalam tim Bareskim yang melumpuhkan teroris Dr.Azahari dan kelompoknya di Kota Batu, Malang, Jawa Timur pada 9 November 2005 lalu Judi Poker Online

Ia pun mendapatkan penghargaan dari Kapolri saat itu, Jendral Sutanto bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, serta Idham Azis dan juga kawan-kawan, saat ini Polri menetapkan sebanyak 14 orang sebagai tersangka kasus penganiyaan terhadap Taruna Akpol tingkat II Muhammad Adam.

Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono mengatakan penganiayaan terhadap Adam berawal pada hari kamis 18 Mei 2017 di gudang Flat A Taruna tingkat III Akpol, hasil autopsi dan juga olah tempat kejadian perkara oleh Ditreskrimum Polda Jateng dan jajaran Polrestabes Semarang menemukan sekitar dada korban ada bekas kekerasan benda tumpul.

"Autopsi juga menunjukkan adanya luka yang menyebabkan korban lemas sehingga korban tidak dapat bernafas, dan hasil pemeriksaan dilakukan sebanyak tiga kali gelar terhadap 21 Taruna tingkat II dan juga 14 Taruna tingkat III menempatkan tersangka sebanyak 14orang" Kata Condro kepada media di Polda Jateng pada hari sabtu lalu 20 mei 2017.

Condro mengatakan bahwa pelaku utama penganiayaan berinisial CAS yang memukul korban Adam hingga terjatuh, dan selanjutnya korban di tolong dan dibawa ke rumah sakit namun korban meninggal saat dibawa ke rumah sakit, Poker Indonesia ada pun pelaku lainnya yaitu RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GJN, RAP, RK, QZ dan PDS.

Tiap-tiap tersangka mempunyai peran yang berbeda yaitu memukul, memberikan arahan, dan ada juga dua taruna bertugas mengawasi lingkungan sekitar dan tujuannya agar penganiayaan terhadap korban tidak di ketahui pembina Akpol.

"Jadi ada yang mengawasi pintu-pintu yang ada di situ, dan ke 14 tersangka ini dikenakan pasal 170 subsider 351 ayat 3 jo pasal 55 dan 56 KUHP" kata Condro

Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Anas Yusuf siap bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anak didiknya, Brigdatar Muhammad Adam yang tewas dalam penganiayaan oleh para seniornya, Anas sebagau pimpinan Akpol siap menerima apapun itu konsekuensinya.

"Saya selaku gubernur Akpol dan civitas akademik kepolisian sangat menyesalkan adanya peristiwa ini, dan saya selaku gubernur Akpol bertanggung jawab apapun konsekuensi yang ada" Kata Anas pada hari sabtu 20 Mei 2017 lalu di Mapolda Jateng Poker Online Terpercaya

Dan secara khusus, Anas sangat meminta maaf kepada orangtua sang korban terkait dengan kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh para seniornya itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.