Selasa, 11 April 2017

Ibunda Disandra Di Angkot Anaknya Malah Sapa Pelaku

Ibunda Disandra Di Angkot Anaknya Malah Sapa Pelaku 


Bandar Domino QQ - Ibunda Disandra Di Angkot Anaknya Malah Sapa Pelaku - "Nak Diam Ya Nak" Itu lah kalimat yang hanya bisa diucapkan oleh Risma Oktaviani (25thn) kepada sang buah hatinya DIH sesaat setelah dirinya dikalungkan sebilah pisau oleh sang perampok angkot itu tersebut.

Permintaan sang Ibunda itu tersebut yakni dilakukan dengan sangat baik oleh DIH yang baru saja berumur dua tahun, bayi tersebut tidak menangis bahkan cenderung tenang kala nyawa ibunya terancam oleh perbuatan sang pelaku perampokan yakni Hermawan Daftar QQ Online

Padahal punggung Risma tertusuk oleh besi yang terdapat pada bangku angkot selama drama penyanderaan itu terjadi, nasib yang malang menimpa Risma dan juga anaknya bermula ketika keduanya naik angkot T25 jurusan Pulogebang-Rawamangun di bawah fly over Pondok Kopi, Jakarta Timur, sekitar pada jam pukul 19.00 WIB.

Di dalam angkot itu juga sudah terdapat beberapa penumpang lain, Isnawati, yang duduk di bangku bagian kanan belakang, dan juga sementara itu Risma memilih untuk duduk di bangku bagian kiri saat naik kedalam angkot.

"Jumlah penumpang saat itu bisa di hitung sedikit, dan hanya ada empat orang saja di dalam angkot, Saya, ibu yang bawa anak (Risma), dan ada nenek-nenek yang duduk di depan," kata Isnawati

Beberapa saat kemudian, pelaku Hermawan, naik kedalam angkot di Prapatan satu, dan Pelaku langsung duduk di pojok belakang samping Risma awalnya Isnawati mengaku tidak ada rasa curiga kepada Hermawan yang baru naik kedalam angkot, dikarenakan berpakaian rapi, Hermawan menggunakan kemeja dibalut oleh jaket, serta menggendong tas ransel.

Ketika angkot sampai di depan Kantor Perumnas III, Hermawan pindah ke samping Isnawati, saat sebelum mengeluarkan senjata tajam, Wespoker dan beberapa waktu kemudian Hermawan pun menodongkan senjata kepada Isnawati, Hermawan memintanya menyerahkan ponsel miliknya, dan Hermawan juga menyuruh Risma dan anaknya duduk di bawah.

Permintaan Hermawan pun dipatuhi oleh Isnawati yang langsung menyerahkan ponsel miliknya itu, Namun Hermawan meminta uang dan juga perhiasan yang dipakai oleh Isnawati, sambil mengalungkan pisau ke leher Risma.

Permintaan hermawan pun ditolak oleh Isnawati, dan isnawati pun yang kembali mengancam balik Hermawan. "Dari pada lu ambil duit gue mending lu bunuh saja gue," kata Isnawati saat itu.

Ancaman tersebut membuat Hermawan kalap dan menarik Risma yang duduk di bawah, dan saat hermawan beraksi, sopir angkot, Cikal, sempat menghentikan kendaraannya ketika mendengar aksi Hermawan itu tersebut, namun Hermawan membentaknya dan menyuruh untuk terus menjalankan angkotnya itu.

"Terus saja jalan, yang berada di depan juga cepat serahin barang dan juga uangnya itu," kata Cikal menirukan kata-kata Hermawan saat aksinya itu, menurut Cikal, Hermawan sempat mengaku ingin mencari ongkos untuk pulang ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah.

Pisau yang dipakai oleh Hermawan untuk menyandara pun menyayat tangan kiri Risma yang mencoba menahan agar tidak terkena lehernya.

"Saya hanya mencoba menahan pisaunya, kalau saya maju saya bisa kegorok," kata Risma saat di tanyain, Risma meminta anaknya untuk diam agar tidak dilukai oleh Hermawan, Namun ternyata selama di dekapan Risma, punggung Dafa tertusuk besi.

"Dia biasanya sangat rewel tapi dia tenang saja tidak mengeluh adanya kesakitan, Malah menyapa sang pelaku terus-terusan memanggil om," ujar Risma.

Risma juga mengatakan anaknya sangat kelelahan setelah bermain di rumah neneknya di daerah Pondok Kopi sehingga tidak menangis kala ibunya disandera, Daftar Situs Poker dan sesampai angkot tiba di lampu merah Buaran, Cikal dan Isnawati kabur setelah melihat Hermawan lengah, Keduanya lalu meminta pertolongan orang lain yang berada di sekitar.

Teriakan ini didengar oleh Anggota Satlantas Jakarta Timur an, yakni Aiptu Sunaryanto yang kebetulan lewat untuk berangkat dinas, sunaryanto lalu mencoba Wespoker bernegosiasi dengan Hermawan, warga yang berada di sekitar lalu mengerubungi angkot itu untuk membekuk sang pelaku, Hermawan. "Jangan nekat, lu gak inget anak istri lu," kata warga yang diturunkan oleh Risma.

Meski sudah dikepung oleh warga, Hermawan, malah mengumpat polisi, dan saat Melihat Hermawan kembali lengah, sunaryanto lalu menembak pelaku tepat di lengan kanannya, seketika itu pun risma langsung lari keluar dari angkot sementara Dafa diamankan oleh warga. "Anak saya dibawa pergi, saya gak tau dia dimana, Terus saya dibantu orang," tambah Risma.

Risma mengatakan bahwa setelah kejadian dirinya berlumuran darah pada jilbab yang dikenakannya, setelah di ketahui Darah itu tersebut ternyata berasal dari punggung anaknya.

Pelaku akhirnya diamankan di Polsubsektor Klender untuk dimintai keterangan, dan pelaku terancam dengan hukuman selama sembilan tahun penjara Poker QQ Terpercaya setelah melanggar pasal 365 KUHP jo 368 tentang pencurian dengan kekerasan.

Setelah kejadian, Dafa dan juga Risma dirawat di RS Islam Pondok Kopi, Dafa akhirnya dipindahkan ke RS Persahabatan untuk mengobati luka pada punggungnya itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.